
Isyana….
Ngomongin penyanyi cewek satu ini kayaknya enggak ada habisnya. Mulai dari urusan karya hingga urusan pribadi yang lumayan menyita perhatian. Tapi bicara Isyana orang akan bicara karyanya, jarang berita sensasi yang keluar dari seorang Isyana.
Kiprah Isyana sebagai penyanyi papan atas Indonesia tidak diragukan lagi. Album pertama bertajuk Eksplore membuka karirnya lebih dikenal masyarakat luas. Lagu Tetap Dalam Jiwa, Kau Adalah, Keep Being You menjadi lagu lagu hits awal karir Isyana. Menyusul album kedua berjudul Paradox yang semakin mengukuhkan eksistensi Isyana di industri hiburan Indonesia.
Selain pawai berolah vokal, Isyana juga lihai dalam mengkomposer lagu. Sebagian besar lagu di album perdana dan kedua merupakan hasil ciptaannya. Selain itu, Isyana juga kerap membuat lagu untuk soundtrak film. Lagu Sekali Lagi yang merupakan soundtrack Film Critical Eleven membawa Isyana dinominasikan dalam Karya Produksi Original Soundtrack pada perhelatan FFI 2017, kemudian lagu Luruh berduet dengan kakaknya Rara Sekar merupakan lagu soundtrack Film Milly dan Mamet berhasil masuk nominasi FFI 2019 kategori Karya Produksi Original Soundtrack.
Lexicon
Album ketiga Isyana dirilis menjelang akhir tahun 2019 berakhir. Yang mengejutkan di album ini, Isyana kembali pada track lamanya dalam bermusik. Bila di album pertama dan kedua, lagu pop mellow, RnB dan urban hadir mendominasi, di Album Lexicon, Isyana mulai memberanikan diri untuk lebih “bersuara” menjadi diri sendiri.
Delapan lagu tersaji di Album Lexicon menghadirkan nuansa pop klasik yang terdengar gelap, ceria ala Disney dan rock seperti Dream Theater. Sepertinya Isyana tidak main-main dalam mengerjakan proyek album Lexicon ini.
Ada delapan lagu yang kesemuanya diciptakan oleh Isyana Sarasvati. Lagu pembuka, ada Sikap Duniawi yang terdengar ceria namun penuh dengan makna. Kemudian disusul lagu Untuk Hati Yang Terluka yang merupakan single perdana andalan di Album Lexicon ini. Lagu Untuk Hati Yang Terluka juga masuk menjadi salah satu soundtrack untuk Film NKCTHI, Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini.
Yang menarik di album Lexicon ini adalah track yang berjudul Lexicon. Lagu dengan unsur rock yang kental akan membawa imajinasi kalian pada lagu lagu Dream Theater. Banyak pendengar yang tercengang dan tidak sedikit yang mengapresiasi.
Selain lagu-lagu di atas, kalian juga akan dimanjakan dengan lagu-lagu berjudul Pendekar Cahaya (cupilkan lagu ini ada di video saat Isyana melakukan sesi lamaran dengan Rayhan), ragu Semesta, Lagu Malam Hari, Biarkan Aku Tertidur dan Terima Kasih.
“LEXICON aku ibaratkan sebagai kamus. Aku ingin teman-teman yang pingin lebih kenal secara lebih dalam Isyana Sarasvati, memasuki episode perjalanan Isyana yang tidak pernah terungkap dimana-mana. Aku seperti memberi kamus hidup aku yang dibalur melodi, instrumentasi dengan lirik“, kata Isyana Sarasvati di Shoemaker, Cikini, Jakarta Pusat, Jumat, 29 November 2019 saat peluncuran Album Lexicon.
Saat rekap 10 album terbaik diumumkan di beberapa portal berita. Album Lexicon milik Isyana masuk menjadi salah satu dari 10 album terbaik 2019. Layak sih!
Well, kita lihat saja kiprah album Lexicon ini di tahun 2020. Apakah akan memborong banyak penghargaan seperti yang sudah diprediksi para pencinta musik (seperti saya). Ataukah penghargaan Indonesia masih berpatok pada penyanyi dan lagu popular? Kendati demikian, Album Lexicon ini menjadi angin segar bagi industri musik Indonesia yang sekarang ini lebih mementingkan sisi komersil dibandingkan kualitas.
Terima kasih Isyana telah menghadirkan Album Lexicon ini. Teruslah berkarya!
